Sabtu, 14 April 2012

ROB DAN ABRASI



KESETIMBANGAN KIMIA

Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah : Kimia Dasar
Dosen pengampu : Nur Hayati, Msi.


Disusun oleh
1.      Lu’luil Maknun           (113811032)
2.      Luluk Munawaroh      (113811033)
3.      Mukti Rohmawati       (113811034)
4.      Nila Nadiyya Lathifah            (113811035)
5.      Nur Qoidah                 (113811036)

TADRIS BIOLOGI
FAKULTASTARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAMNEGERI ISLAM WALISONGO SEMARANG 2011

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Citra lingkungan tradisional manusia Indonesia ialah manusi merupakan bagian lingkungan hidup. Karena itu kelangsungan hidup manusia tergantung dari keutuhan lingkungannya. Lingkungan hidup tidak dipandang semata-mata sebagai  sumberdaya yang harus diexploitasi melainkan terutama sebagai tempat hidup yang menyaratkan adanya keserasian antara manusia dengan lingkungan hidupnya.
Konsep AMDAL yang mempelajari dampak pembangunan terhadap lingkungan dan dampak lingkungan terhadap pembangunan juga didasarkan pada konsep ekologi yang secara umum didefinisikan sbagai ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan. AMDAL erupakan bagian ilmu ekologi pembangunan yang mempelajari hubungan timbal balik antara pembangunan dan lingkungan.
Dalam suatu pembangunan jika tidak didasarkan dengan konsep AMDAL sudah dipastikan akan menciptakan dampak negative bagi lingkungan. Dampak adalah suatu perubahan yang terjadi akibat suatu aktifitas baik yang bersifat alamiah,kimia,fisik maupun biologis. Dalam  konteks AMDAL dampak penelitian dilakukan karena adanya rencana aktifitas manusia dalam pembangunan.
Missal bencana banjir disebabkan oleh kurangnya daerah penyerapan air tanah akibat pertumbuhan laju pembangunan yang terus menerus dilakukan. Tidak hanya di daerah dataran rendah yang jauh dari pesisir pantai melainkan di daerah pesisir pantai bisa terkena bencana banjir, hal ini dikarenakan terjadinya rob atau abrasi yang menyebabkan air laut dapat masuk perkampungan warga.
Abrasi pantai disebabkan oleh aktivitas gelombang laut. Salah satu metode yang digunakan untuk menanggulangi erosi pantai adalah penggunaan struktur pemecah gelombang. Namun cara ini tergolong tidak efektif karena kekuatan gelombang yang lebih dahsyat sering membuat sturtur pemecah gelombang menjadi pecah. Karena itu alternatif terbaik adalah mengganti pemecah gelombang tersebut dengan menanami tanaman bakau atau mangroeve. Berawal dari makalah ini penulis mencoba memberikan gambaran mengenai solusi penyelesaian dalam menghadapi masalah banjir di wilayah pesisir yang disebabkan karena rob atau abrasi.
1.2  RUMUSAN MASALAH
Permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah
1.      Bagaimana proses terjadinya Rob?
2.      Apa penyebab terjadinya Rob,Abrasi?
3.       Mengapa Rob atau Abrasi bisa menyebabkan banjir?
4.      Bagaimana menyikapi bencana banjir yang disebabkan oleh Rob atau Abrasi.

1.3  TUJUAN
Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah
1.      Untuk menetahui dampak negative pembangunan yang tidak memperhatikan konsep AMDAL
2.      Memberikan solusi penyelesaian dari bencana Abrasi atau Rob yang menyebabkan banjir di daerah pesisir.
3.      Mengajak pembaca untuk bisa lebih berfikir kritis dalam menghadapi bencana atau masalah yang terjadi sehingga bencana tak lagi menjadi masalah namun dapat membawa berkah.






BAB II
ISI

2.1 PENGERTIAN
Rob adalah banjir yang terjadi akibat pasang surut air laut menggenangi lahan/ kawasan yang lebih rendah dari permukaan air laut rata-rata(mean sea level). Lama banjir dapat berlangsung berhari-hari bahkan satu minggu terus menerus. Dengan kata lain rob dapat juga dengan peristiwa air pasang atau bisa juga disebut sebagai banjir air laut. Pasang surut air laut merupakan naik turunya permukaan perairan atau samudra yang disebabkan oleh pengaruh gaya gravitasi bulan dan matahari.

2.2 PEMBAHASAN
Banjir selain dikarenakan oleh gundulnya vegetasi hutan, juga disebabkan karena banyaknya resapan air yang telah berubah fungsi menjadi bangunan-bangunan sehingga kawasan banjir menjadi lebih luas dan genangan airnya lebih lama surut. Dibeberapa daerah tertentu banjir diinformasikan sulit surut karena pengaruh pasang air laut, sehingga air terus tergenang bahkan banjir.
Hal-hal yang mengakibatkan terjadinya rob dianntaranya:
1.      Karena adanya grafitasi  
2.      Bertambahnya kapasitas air dilautan diakibatkan oleh mencairnya es.
3.      Terjadi penurunan permukaan tanah disebabkan
·         tidak kuat menopang beban bangunan dan gedung di atasnya.
·         penggunaan air tanah yang banyak.
4.      karena tekanan udara yang randah di daerah pantai dapat menyebabkan permukaan air laut menyembul.
5.      Karena ada fenomena-fenomena air laut saling berinteraksi,seperti:dorongan air,swell(gelombang yang ditimbulkan dari jarak jauh, badai tropis yang merupakan fenomena yang sering terjadi di laut.
Penyebab banjir menurut LSM disebabkan karena adanya penyusutan vegetasi (tanaman keras)dikawasan ekosistem leuser sebagai akibat dari penebangan liar.
Rob tentunya menyebabkan kejadian-kejadian yang merugikan diantaranya sebagai berikut:
1.      Banjir
2.      Abrasi
3.      tercampurnya air tanah di daerah pantai oleh air laut, sehingga air tanah menjadi tidak layak pakai untuk kebutuhan sehari-hari.
4.      menjadi lbih mudah berkaratnya alat-alat yang terbuat dari logam yang terkena oleh air laut.
Kunci bencana alam banjir adalah dikarenakan kurangya daerah penyerapan air didalam tanah. Oleh karena itu solusi yang coba kami berikan adalah sebagai berikut :
1.      melindungi hutan, terutama hutan mangrove yang ada di pantai.
2.      pemerintah lebih mempertegaslarangan perusakan hutan mangrove dengan cara member sanksi tegas supaya penebang liar tersebut benar-benar jera.
3.      membuat peraturan baru setiap rumah penduduk yang terkena dampak rob atau abrasi diwajibkan untuk menanam pohon mangrove.
4.      memberi sosialisasi warga yang mempunyi lahan kosong untuk memanfaatkan lahan tersebut dangan menanami pohon-pohon mangrove.
5.      pemerintah bisa memberikan pinjamanmodal untuk masyarakat guna mendapatkan bibit pohon mangrove.
6.      meminimalisir pembangunan yang tidak sesuai dengan AMDAL.
7.      Pembuatan rumah panggung bagi masyarakat yang daerahnya terkena banjir.
            Adapun tentang solusi tersebut kita juga harus mengetahui tentang ekosistem mangroeve karena ekosistem mangrove juga salah satu  penyelasaian dari rob atau abrasi. Kata mangrove mempunyai dua arti ,pertama sebagai komunitas,yaitu komunitas atau masyarakat tumbuhan atau hutan yang tahan terhadap kadar garam/salinitas(pasamg surut air laut),dan kedua sebagai individu spesies. Karenanya supaya tidak rancu, Macnae kemudian menggunakan istilah “mangal” apabila berkaitan dengan komunitas hutan dan”mangrove’ untuk individu tumbuhan. Masyarakat kita,sering menerjemahkan mangrove sebagai komunitas hutan bakau ,sedangkan tumbuhan bakau merupakan salah satu jenis dari tumbuhan-tumbuhan yang hidup di hutan pasang surut tersebut.[1] Komunitas hutan mangrove hidup di daerah pantai terlindung di daerah tropis dan subtropis. Menurut McGill hampir 75% tumbuhan mangrove hidup di antara 35°-35°LS, dan terbanyak terdapat di kawasan Asia Tenggara,seperti Malaysia, Sumatra dan beberapa daerah di Kalimantan yang mempunyai curah hujan tinggi dan bukan musiman. Di Indonesia tercatat ada sekitar 3,75juta ha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.[2]
Adapun hutan mangrove memiliki banyak manfaat bagi kesejahteraan manusia. Menurut odum dan Johannes (1982) ada beberapa manfaat penting hutan mangrove,diantaranya adalah:
a)      Kanyunya dapat dipakai sebagai kayu bakar.
b)      Kulit kanyu merupakan sumber tannnin yang biasa digunakan untuk penyamak kulit dan pengawetan jala atau jarring ikan.
c)      Daunnya bisa digunakan sebagai makanan hewan ternak.
d)     Bunga-bunganya merupakan sumber madu
e)      Buah-buahan ada yang dapat dimakan,walaupun beberapa dari buah-buahan tersebut ada yang beracun bagi ikan.
f)       Akar-akarnya efektif untuk perangkap sedimen,memperlambat kecepatan arus dan memperlambat erosi pantai.
g)      Tempat mencari makanan dan berlindung dari berbagai ikan dan hewan-hewan air.
h)      Hutan mangrove merupakan suatu penyangga antara komunitas daratan dan pesisir(laut),misalnya antara terumbu karang dan lamun (seagrasses).
2.3 PENYELESAIAN
      Saat ini masyarakat disekitar daerah pesisir pantai sangat membutuhkan penyelesaian dari masalah rob,abrasi dan banjir. Penyelesainnya denagn cara pembuatan rumah panggung. Oleh sebab itu makalah ini akan menjelaskan mengenai konsep rumah panggung.















BAB III
PENUTUP

3.1  SIMPULAN
1.      Banjir rob adalah genangan air pada bagian daratan pantai yang terjadi pada saat air laut pasang.rob disekitar kawasan pantai terjadi karena peristiwa : 1).perubahan penggunaan lahan di wilayah pantai. 2). Penurunan muka tanah di kawasan pantai(land subsidence).3).penurunan permukaan air tanah sebagai akibat dari penggunaan air tanah yang berlebihan dan recharge air tanah pada kawasan konservasi yang buruk. 4). Kenaikan muka air laut (sealevel rise) sebagai efek pemanasan glibal.
2.      Meskipun rob,abrasi dapat menimbulkan banjir, namun disisi lain dengan adanya konsep pembangunan rumah panggung tersebut banjir tidak lagi menjadi suatu masalah yang setiap saat bisa membuat warga masyarakat cemas.
3.      Selain bermanfaat dalam mencegah rob,abrasi dipesisir pantai mangrove juga mempunyai berbagai macam manfaat yang beguna bagi masyarakat.
4.      Pembukaan hutan mangrove menghasilkan berbagai macam dampak positif dan negative, di daratan populasi mangrove menjadi habitat baru bagi burung-burung seperti burung rangkok putih. Di dalam air disela-sela akar mangrove yang mencegah terjadinyapungkasan pantai digunakan sebagai habitat baru bagi berbagai macan biota laut seperti:ikan,kepiting dan kurang.
5.      Program pembangunan desa dengan rumah panggung tersebut dimungkinan suatu saat nanti bisa dijadikan sebagai desa wisatayang mungkin bisa bermanfaat bagi masyarakat luar.
6.      Dengan terjadinya bencana rob ini diharapkan masyarakatuntuk lbih bisa peduli terhadap lingkungan sekitarnya karena bagaimanapun masyarakat sendiri akan merasakan akibatnya.


3.2  SARAN
1.      Perlu mengembangkan tipe rumah dan bangunan bertiang untuk daerah yang salalu terkena genangan air banjir rob.
2.      Perlu melakukan pengendalian dan penataan ulang penggunaan lahan pada kawasanpemukiman di pesisirpantai.
3.      Pemerintah dan masyarakatperlu menyediakan mengoperasikan dan merawat system penyediaan air bersih,pengolahan air limbah dan pengolahan sampah sesuai denga kondisi daerah yang selalu terkena genangan air banjir rob.
4.      Konsepmodel rumah panggung yang daerah disekitarpesisir pantai yang terkena banjir.
















Daftar Pustaka



Sudjadi bagod dan Laila Siti,2007,Biologi Sains dalam Kehidupan,Surabaya:Yudistira

Rob. Online at http://id.wikipedia.org/wiki/Rob (diakses 30/9/2011)

Pasang Laut. Online at http://id.wikipedia.org/wiki/Pasang_surut (diakses 30/9/2011)
mchilmy. pasang atau ROB? (2). Online at http://mchilmy.blogspot.com/2009/01/pasang-atau-rob-2.html (diakses 30/9/2011)

B0cah. Pasang Naik Karena Apa?. Online at http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=640&Itemid=40 (diakses 1/9/2011)

Rizadhani, Brian. Pasang Laut. Online at http://brianrizadhani.wordpress.com/2010/03/16/pasang-laut/ (diakses 30/9/2011)
Munoe. Fenomena Rob. Online at http://munoe.blogspot.com/2008/12/fenomena-rob.html (diakses 30/9/2011)

Sri Juana, Kasijan Romimohtarto, Biologi Laut,Jakarta: penerbit Djambatan, 2001










[1] Supriharyono,konservasi ekosistem sumber daya hayati, (semarang: pustaka pelajar,2008) cet 1, hal 44.
[2] Ibid, hal. 55.

0 komentar:

Posting Komentar