Sabtu, 14 April 2012

PEMANFAATAN ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI MINYAK BUMI


PEMANFAATAN ENERGI ALTERNATIF PENGGANTI MINYAK BUMI
I.     PENDAHULUAN
Kelangkaan bahan bakar minyak, yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, telah mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi bersama-sama. Penghematan telah kita gerakkan sejak dahulu karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaan naik terus, demikian pula harganya sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan permintaan dan penawaran. Salah satu jalan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) adalah mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbarui (renewable).
Firman Allah SWT dalam surat Al Jatsiyah ayat 13:
وَسَخَّرَلَكُم مَّافِيالسَّمَاوَاتِوَمَا فِيالْأَرْضِجَمِيعًامِّنْهُإِنَّ فِيذَلِكَلَآيَاتٍلَّقَوْمٍيَتَفَكَّرُونَ
Artinya:
“Dan Allah telah menjadikan sumber daya alam dan lingkungan sebagai daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. Yang demikian hanya ditangkap oleh orang-orang yang memiliki daya nalar memadai.” (QS Al Jatsiyah:13).
Sebenarnya sumber energi alternatif cukup tersedia. Misalnya, energi matahari di musim kemarau atau musim kering, energi angin dan air. Tenaga air memang paling banyak dimanfaatkan dalam bentuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), namun bagi sumber energi lain belum kelihatan secara signifikan. Energi terbarukan lain yang dapat dihasilkan dengan teknologi tepat guna yang relatif lebih sederhana adalah energi biogas, energi bioetanol dan solar.
II.  RUMUSAN MASALAH
1.        Apa pengertian energi alternatif?
2.        Apa saja bentuk-bentuk energi alternatif dan sumber-sumber energi alternatif?
3.        Bagaimana pemanfaatan energi alternatif sebagai energi pengganti minyak bumi?
III.   PEMBAHASAN
1.        Pengertian Energi Alternatif
Energi alternatif merupakan istilah yang digunakan untuk semua energi yang dapat digunakan untuk menggantikan bahan bakar konvensional. Hal ini merujuk pada teknologi untuk menghasilkan bahan bakar selain fosil/ minyak bumi karena minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui.
Adapun kriteria-kriteria energi alternatif adalah:
-          Dapat digunakan berulang-ulang
-          Jumlahnya berlimpah
-          Pengolahannya tidak merusak alam
-          Tidak berbahaya, aman, serata tidak menimbulkan berbagai penyakit akibat pengolahan/penggunaanya.
-          Ramah lingkungan
2.        Macam Sumber-Sumber Energi Alternatif
Sumber daya energi dapat dibagi dalam:
1.    Sumber daya energi hayati
2.    Sumber daya energi surya
3.    Sumber daya energi air
4.    Sumber daya energi laut
5.    Sumber daya energi angin
6.    Sumber daya energi nuklir
7.    Sumber daya energi bahan fosil
8.    Sumber daya energi panas bumi[1]
Energi alternatif pengganti minyak bumi diantaranya meliputi elpiji, solar, biofuel, hidrofuel, biomassa, biogas, meatanol, bioetanol, campuran spirtus dan sebagainya.
A.      Biogas
Kotoran hewan dapat digunakan sebagai kompos untuk memupuk tanaman atau membuat biogas yang berguna sebagai bahan bakar. Biogas cocok dikembangkan di daerah-daerah yang memiliki biomassa berlimpah, terutama di sentra-sentra produksi padi dan ternak di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, dan lain-lain[2]
Biogas sebagian besar terdiri atas gas metan yang dapat dibakar. Biogas merupakan hasil fermentasi bakteri metan di dalam kondisi anaerobik. Secara teknis pembuatan biogas tidak merupakan masalah.[3]
Bangunan utama dari instalasi biogas adalah digester yang berfungsi untuk menampung gas metan hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri. Jenis digester yang paling banyak digunakan adalah model continuous feeding dimana pengisian bahan organiknya dilakukan secara kontinu setiap hari. Besar kecilnya digester tergantung pada kotoran ternak yamg dihasilkan dan banyaknya biogas yang diinginkan. Lahannya yang diperlukan sekitar 16 m2. Untuk membuat digester diperlukan bahan bangunan seperti pasir, semen, batu kali, batu koral, bata merah, besi konstruksi, cat dan pipa prolon.
Setelah pengerjaan digester selesai maka mulai dilakukan proses pembuatan biogas dengan langkah langkah sebagai berikut:
1.      Mencampur kotoran sapi dengan air sampai terbentuk lumpur dengan perbandingan 1:1 pada bak penampung sementara. Bentuk lumpur akan mempermudah pemasukan kedalam digester
2.      Mengalirkan lumpur kedalam digester melalui lubang pemasukan. Pada pengisian pertama kran gas yang ada diatas digester dibuka agar pemasukan lebih mudah dan udara yang ada didalam digester terdesak keluar. Pada pengisian pertama ini dibutuhkan lumpur kotoran sapi dalam jumlah yang banyak sampai digester penuh.
3.      Melakukan penambahan starter (banyak dijual dipasaran) sebanyak 1 liter dan isi rumen segar dari rumah potong hewan (RPH) sebanyak 5 karung untuk kapasitas digester 3,5 - 5,0 m2. Setelah digester penuh, kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi.
4.      Membuang gas yang pertama dihasilkan pada hari ke-1 sampai ke-8 karena yang terbentuk adalah gas CO2. Sedangkan pada hari ke-10 sampai hari ke-14 baru terbentuk gas metan (CH4) dan CO2 mulai menurun. Pada komposisi CH4 54% dan CO2 27% maka biogas akan menyala.
5.      untitledPada hari ke-14 gas yang terbentuk dapat digunakan untuk menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya. Mulai hari ke-14 sudah bisa menghasilkan energi biogas yang selalu terbarukan. Biogas ini tidak berbau seperti bau kotoran sapi. Selanjutnya, digester terus diisi lumpur kotoran sapi secara kontinyu sehingga dihasilkan biogas yang optimal.







Gambar 3.1 Unit pengolahan kotoran sapi menjadi biogas
Manfaat energi biogas adalah sebagai pengganti bahan bakar khususnya minyak tanah dan dipergunakan untuk memasak kemudian sebagai bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin, solar). Dalam skala besar, biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik. Di samping itu, dari proses produksi biogas akan dihasilkan sisa kotoran ternak yang dapat langsung dipergunakan sebagai pupuk organik pada tanaman / budidaya pertanian.
B.       Solar
Solar energy atau tenaga surya adalah energi dari matahari, tanpa adanya energi dari matahari maka semua kehidupan di bumi akan berakhir. Energi matahari telah dipandang sebagai sumber energi yang dapat digunakan dalam jangka panjang selama bertahun-tahun karena sejumlah besar energi tersedia bebas, jika dimanfaatkan oleh teknologi modern maka akan dapat digunakan untuk berbagai keperluan dalam kehidupan sehari-hari.
mobil surya.jpgSebagai contoh dari adanya energi surya adalah penemuan mobil surya. Mobil surya adalah jenis kendaraan listrik yang menggunakan tenaga matahari sebagai sumber energinya. Energi matahari ditangkap dengan menggunakan panel cell surya, kemudian digunakan untuk menggerakkan motor listrik yang berfungsi untuk memutar roda agar dapat digunakan secara stabil. Mobil surya dilengkapi dengan tempat penyimpanan energi (energi storage).[4]




Gambar 3.2 Mobil energi surya yang telah berkembang di Amerika Serikat
C.       Bioetanol
Bioetanol (C2H5OH) merupakan salah satu biofuel yang hadir sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan sifatnya yang terbarukan. Merupakan bahan bakar alternatif yang diolah dari tumbuhan yang memiliki keunggulan karena mampu menurunkan emisi CO2 hingga 18%, dibandingkan dengan emisi bahan bakar fosil seperti minyak tanah. Bioetanol dapat diproduksi dari berbagai bahan baku yang banyak terdapat di Indonesia, sehingga sangat potensial untuk diolah dan dikembangkan karena bahan bakunya sangat dikenal masyarakat. Tumbuhan yang potensial untuk menghasilkan bioetanol antara lain tanaman yang memiliki kadar karbohidrat tinggi, seperti tebu, nira, aren, sorgum, ubi kayu, jambu mete (limbah jambu mete), garut, batang pisang, ubi jalar, jagung, bonggol jagung, jerami, dan bagas (ampas tebu). [5]
Dari biomas yang banyak mengandung pati dapat dibuat alkohol. Alkohol merupakan bahan bakar yang baik. Dicampur dengan bensin ia dapat digunakan untuk bahan bakar mobil, sehingga dapat mengurangi konsumsi BBM.[6]
D.      Energi Alternatif Lain
a.    Biomas
Termasuk dalam biomas ialah semua bahan organik tumbuhan, seperti kayu, ranting, dan daun serat pati, gula dan getah susu yang terdapat dalam tubuh tumbuhan.
 Sebuah contoh populer perubahan biomas adalah gasohol ( suatu campuran 90% bensin dan 10% alkohol). Gula, jagung, gandum, kentang, sisa perkebunan, dan bahan-bahan lain dapat di ragi dan disuling untuk menghasilkan etanol. Metanol yang dibuat dari batu bara atau kayu juga dapat digunakan sebagai suatu bahan bakar alkohol.[7]
b.   Biofuel (energi nabati)
Tanaman yang dapat dikembangkan bio-fuel meliputi kelapa, kelapa sawit, enau/aren, jarak pagar, tebu, singkong/ ketela.
3.        Manfaat energi alternatif sebgai pengganti minyak bumi
Secara umum, energi alternatif memiliki manfaat diantaranya:
1.      Menghasilkan devisa suatu negara
2.      Menambah pengaman terhadap pasokan energi
3.      Mengurangi subsidi BBM
4.      Memperbaiki lingkungan
IV.   KESIMPULAN
1.      Energi alternatif merupakan istilah yang digunakan untuk semua energi yang dapat digunakan untuk menggantikan bahan bakar konvensional.
2.      Sumber-sumber energi alternatif seperti biogas, solar, bioetanol mampu dijadikan sebagai energi pengganti minyak bumi (sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui)
3.      Energi alternatif tersebut memiliki banyak manfaat atau keuntungan baik untuk penghematan BBM sendiri juga baik bagi lingkungan di masa yang akan datang.
V.      PENUTUP
Harapan di masa mendatang, bentuk-bentuk energi pengganti yang telah terbukti layak di gunakan dan siap dipakai tergantung kepada sumber daya manusia itu sendiri bagaimana mereka mampu mengolah sumber-sumber energi alternatif tersebut dengan baik, sehingga permasalahan minyak bumi tidak menjadi hal yang menakutkan bagi manusia .
                                                                                                                                       



[1] Otto Soemarwoto, Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan,( Jakarta: DJAMBATAN. 2004) , hal. 348-349
[2]  Wiliam J Cromie, ilmu Pengetahuan Populer Jilid 3 Ilmu Pengetahuan Bumi Dan Energi, (Jakarta: Widyadara, 2005), hal

[3]Op cit, hal 351

[4] Puja Laksana, Ensiklopedi Bahan Bakar Nonminyak, (Semarang: Bengawan Ilmu, 2008), hal 53-54

5 op cit hal. 356
6 ibid, hal. 352
[7]Wiliam J cromie, Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 3 Ilmu Pengetahuan Bumi Dan Energi, (Jakarta: Widyadara, 2005), hal. 284

0 komentar:

Poskan Komentar